Agustus 18, 2022

Polres Bone Bolango

TribrataNews Portal Berita Resmi Polres Bone Bolango

Pasca Pemungutan Suara di Pemilu 2019, Brigadir Mudaksir Himbau Warga Antisipasi Berita Hoax

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Kita ketahui bersama bahwa sekarang ini berita Hoax dan Ujaran kebencian sudah merajalela, apalagi pasca Pemungutan Suara pada Pemilu Serentak 2019 ini. Berita Hoax ini terjadi karena banyak kalangan yang langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga berita Hoax tersebut meluas dan mengakibatkan keresahan bagi masyrakat yang lainnya.

Maka dari itu, untuk memendung berita Hoax ini banyak dari pihak kepolisian serta pemerintah melaksanakan kegiatan yang berkaitan tentang antisipasi Penyebaran informasi yang tidak jelas atau yang disebut dengan Hoax. Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ilomata Kec. Bulango Ulu Kab. Bone Bolango Brigadir Mudaksir Yunus yang melaksanakan sambang kepada warga yang sedang duduk di depan warung milik warga di desa binaannya, Rabu 24 April 2019.

Di kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga agar jangan mudah percaya berita Hoax yang sekarang ini marak terjadi di media sosial, terlebih pasca pesta demokrasi saat ini. Dan Bila ditemukan informasi yang belum jelas tersebut, diharapkan warga untuk tidak langsung percaya dengan berita tersebut, dan segera laporkan kepada pihak yang berwajib untuk ditanyakan kebenarannya, agar berita Hoax ini tidak tersebar luas.

“Selain itu masyarakat juga di himbau jangan sampai ikut dalam penyebaran berita bohong atau Hoax di Media Sosial, apakah itu di beri imbalan oleh orang lain ataupun atas kepentingan pribadi atau hanya karena iseng semata, Karena bagi pelaku penyebar berita bohong atau Hoax dapat di kenakan sanksi pidana sesuai dengan pasal 28 Ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elekrtonik dapat di pidana dengan ancaman paling lama 6 (enam) tahun,” Ujar Mudaksir kepada warga binaannya tersebut.

Penulis   : Fandi

Editor      : Irda

Publish    : Fandi

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x