Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

1.674 Pers Gabungan, Polda Gorontalo Turunkan 950 Personil Tergabung Ops Ketupat

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id -Polda Gorontalo, Hari Raya Idul Fitri diperkirakan masi 8 hari lagi. Warga mudik diprediksi akan terjadi ditengah pandemi covid-19, menjelang perayaan idul fitri 1442 H tahun 2021, Polri, TNI dan dinas terkait bersatu dalam gabungan operasi ketupat 2021

Setelah Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2021 yang dipimpin oleh Gubenur Gorontalo, saat dikonfirmasi Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, jumlah personil yang terlibat sebanyak 1.674 pers gabungan terdiri atas 950 personil Polda dan jajaran, 176 personil TNI serta 548 personil gabungan seperti satuan polisi pamong praja, Dinas Perhubungan, Pemadam kebakaran, Basarnas, Jasa Raharja, PLN dan lainnya. Rabu, (05/05/2021).

“Personil tersebut akan ditempatkan Pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik, seperti pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta pos pelayanan dan pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan lain-lain. Sedangkan untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri dapat memaksimalkan kegiatan posko di terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun,” ungkapnya

Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono menjelaskan, operasi ketupat ini akan berlangsung selama 12 hari sejak tanggal 6 tadi sampai dengan 17 Mei 2021. Operasi ini bertujuan tidak hanya memastikan lalu lintas kendaraan, namun juga mengantisipasi arus mudik termasuk menjaga kondusifitas wilayah hukum Polda Gorontalo.

“Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung Under Estimate dan kurang waspada terhadap setiap perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi covid-19 ini, kita harus lebih peduli jangan sampai kegiatan ramadhan dan idul fitri 1442 H menimbulkan klaste-klaster baru penyebaran covid-19,” jelasnya

Lebih lanjut Kabid Humas Polda Gorontalo mengatakan, bahwa kegiatan Ops Ketupat 2021 ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi (SALUS POPULI SUPREMA LEX ESTO).

“Kebijakan pemerintah melarang mudik adalah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat agar tidak tertular Covid-19” tutupnya

Penulis : Randi

Editor : Heny

Publish : Randi

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x