Polda Gorontalo Release Hasil Ops Pekat Otanaha 2017
Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Merujuk Rencana Operasi Pekat Otanaha 2017 Nomor : R/Renops/28/XI/2017, tgl 29 November 2017 tentang Pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat . Kasatgasda Penegakkan Hukum yaitu Dir Narkoba Polda Gorontalo Kombes Pol Totok Triwibowo SIK MH menjelaskan bahwa Satgas penegakkan hukum dalam Operasi Pekat Otanaha 2017 bertugas melakukan penegakkan hukum terhadap seluruh penyakit masyarakat seperti perjudian, miras, sajam, senjata api/handak ilegal, premanisme, prostitusi, dan Narkoba.
“Dalam operasi pekat otanaha 2017 tugas satgas gakkum yaitu melakukan penegakkan hukum terhadap seluruh penyakit masyarakat mulai dari judi, miras, narkoba, premanisme, sajam, senpi/handak ilegal maupun prostitusi.
Dalam pelaksanaan hasil operasi yang berhasil kita dapatkan selama kurun waktu 12 hari antara lain ;
1.Berbagai macam merk
minuman beralkohol
sejumlah = 1672 botol
Captikus = 25 Liter
Saguer = 29 botol
Jumlah Tsk = 23 Org.
- Judi 2 (dua) unit mesin
judi dindong bersama 1 Tsk
- Sajam sejumlah 3 badik
bersama 3 orang Tsk.
- Prostitusi sejumlah 92
orang sudah dilakukan
pembinaan serta
membuat surat
pernyataan.
- Berkeliaran diluar Jam
sekolah sebanyak 7
orang siswa.
- Premanisme = 1 orang
Tsk.
- Narkoba = ditemukan 4
orang dengan hasil urine
positif (+).
Selain itu dalam operasi ini pihak kepolisian mengambil tindakan dengan melakukan tindakan untuk tersangka terlibat dalam penjualan minuman beralkohol akan dilakukan pembinaan, pernyataan serta akan dilakukan pemusnahan barang bukti.
Sedangkan untuk Tsk Sajam, Judi premanisme serta prostitusi telah dilakukan pemeriksaan oleh Dit Reskrimum serta pembinaan terhadap 92 pasangan yang bukan suami istri serta membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan hal serupa.
Saat melakukan operasi polisi juga melakukan tes urin dengan hasil urine positif (+) Narkoba 3 orang dilakukan pelimpahan ke BNN Provinsi untuk tindak lanjut rehabilitasi dan 1 orang dilimpahkan ke Polres Pohuwato yang sudah menjadi DPO.
Kabid humas Akbp Wahyu Tri Cahyono,SIK menjelaskan bahwa Operasi Pekat yang telah dilaksanakan oleh Polda Gorontalo dan jajaran selama 12 hari mulai tanggal 6 s/d 17 Desember 2017 dengan pelibatan personel 225 orang ternyata cukup banyak yang terjaring mulai miras, narkoba hingga prostitusi.
“Hasil operasi pekat yang dilaksanakan oleh Polda Gorontalo dan Polres jajaran membuktikan masih banyaknya perilaku masyarakat yang seyogyanya tidak pantas dilakukan di wilayah Propinsi yang notabene mendapat julukan sebagai serambi madinah,dimana masih ditemukan penjual miras, praktek prostitusi hingga narkoba, tentunya ini perlu disikapi oleh semua pihak untuk sama-sama mengawasi dilingkungan masing2 agar hal ini tidak terulang, mari kita jaga propinsi Gorontalo dari hal-hal yang dilarang oleh agama, “ kata wahyu.
Pelaksanaan operasi ini juga sebagai cipta kondisi jelang perayaan natal dan tahun baru, diharapkan melalui operasi ini,kondisi wilayah Propinsi Gorontalo tetap aman dan kondusif hingga pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2018 nanti.
Mari kita sama -sama jaga wilayah Gorontalo ini dari berbagai ancaman khususnya saat perayaan natal hingga tahun baru. Tingkatkan jiwa toleransi antar umat beragama, berikan kesempatan bagi saudara kita yang beragama nasrani untuk melaksanakan ibadah merayakan Natal,” tutup Wahyu.
Penulis :Wahyu Tri Cahyono
Editor : Alfian
Publish : A. Hardiyanti