April 17, 2021

Polres Pohuwato

TribrataNews Portal Berita Resmi Polres Pohuwato

PERSONIL POLSEK POPAYATO BARAT DATANGI TKP PENGANIAYAAN DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA TAJAM (PANAH WAYER)

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polres Pohuwato Polda Gorontalo, Kasus penganiayaan dengan senjata tajam (Panah Wayer) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Pohuwato tepatnya di wilayah Hukum Polsek Popayato Barat. Personil Polsek Popayato Barat langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Penganiayaan mengunakan senjata tajam (anak panah wayer) yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Molosipat Kecamatan Popayato Barat, Rabu Malam (11/12/19).

Korban penganiayaan tersebut adalah ADW, umur 35 tahun, alamat Desa Sejoli Kecamatan Moutong (Sulteng) sedang pelaku penganiayaan belum di ketahui dan masih mencari informasi tentang identitas pelaku.

Kejadian ini berawal pada saat anak muda dari Desa Bolou Kecamatan Mautong (Sulteng) menghadiri acara pesta Pernikahan yang ada di Desa Molosipat Kecamatan Popayato Barat, kemudian terjadi kesalahpahaman dangan anak muda Desa Molosipat Kecamatan Popayato Barat.

Akibat kesalahpahaman tersebut terjadi perkelahian antara anak muda Desa Boloun dengan Desa Molosipat sehingga terjadi kejar-kejaran yang mengakibatkan salah seorang anak muda Desa Molosipat atas nama ADW terkena anak panah wayer pada bagian dada yang mengakibatkannya korban meninggal dunia saat berada di Puskesmas Popayato Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato.

Personel Polsek Popayato barat saat mendatangi TKP langsung mencatat saksi-saksi, selain itu mencari informasi tentang identitas pelaku dan keberadaan pelaku saat ini, serta mengecek korban di Puskesmas Popayato Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato.

Kapolsek Popayato Barat IPDA Arpaing Ami, SH dan Personil langsung berkoordinasi dengan Polsek Moutong terkait Kasus penganiayaan dengan senjata tajam (Panah Wayer) yang menjadi korban adalah warga Desa Sejoli Kecamatan Mautong.

“Sampai saat ini saya dan Personil Polsek Popatyato Barat masih stenbay di perbatasan Gorontalo dengan Sulawesi Tengah untuk menghindari aksi balasan anak mudah Molosipat”, Ujar Kapolsek IPDA Arpaing Ami, SH.

Penulis    : Erwin Tuweno

Publis      : Moh. Rizal Mantolongi

Editor      : Bernadin Situngkir, SH

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x