Agustus 10, 2022

Polres Bone Bolango

TribrataNews Portal Berita Resmi Polres Bone Bolango

Polda Gorontalo Beserta Jajaran Dan Balai Pom Sepakat Bentuk Satgas Cegah Peredaran Obat Terlarang Dan Berbahaya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Dengan maraknya pemberitaan peredaran pil PCC dan makanan anak-anak yang mengandung narkoba yang meresahkan masyarakat, Pihak Polda Gorontalo bekerjasama dengan Balai Pom menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Gorontalo. Senin (25/9/2017) pukul 09.00 wita

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail MH. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala BPOM Gorontalo Bapak Sukriadi Darma, S.Si., Apt, bersama staf, Dir ResNarkoba Polda Gorontalo Kombes Pol Drs. Santosa Ginting, Dir Reskrimsus Kombes Pol  Totok Suharyanto SIK,M.Hum, Para Kapolres jajaran, Para Kasat Reskrim dan para penyidik Resnarkoba dan Reskrimsus jajaran Polda Gorontalo.

Dalam sambutannya Kapolda mengatakan, bahwa kita selaku aparat pelayan publik harus peka terhadap perkembangan situasi yang ada di sekitar kita.

“Kita selaku aparat pelayan publik mesti peka terhadap perkembangan situasi di sekitar kita, saat ini di mana-mana marak pemberitaan terkait beredarnya pil PCC di masyarakat dan banyak anak-anak usia muda/ usia sekolah yang menjadi korban, tentunya ini harus juga disikapi oleh kita yang ada di Gorontalo, guna mencegah peredaran obat-obat tersebut masuk di Gorontalo. Maka itu saya minta untuk dilaksanakan rapat koordinasi pada hari ini, agar kita bisa bentuk satgas dan segera bertindak sebelum nanti ada korban, “ungkap Kapolda Gorontalo

“Lakukan razia-razia di apotek-apotek maupun toko-toko obat, jika ditemukan ada obat kadaluarsa ataupun yang tidak layak edar agar segera disita dan lakukan pemusnahan sesuai prosedur yang ada, selain itu di Gorontalo ini banyak lem-lem aibon yang laris manis dipasaran tapi bukan untuk menempel barang melainkan dihisap oleh anak-anak muda, maka saya minta seluruh jajaran agar bisa berkoordinasi dengan pihak Diknas setempat dan juga kepala sekolah untuk lakukan razia-razia disekolah, Bimmas dan Babinkamtibmas harus sering turun ke masyarakat untuk memberikan binluh ke anak-anak sekolah maupun masyarakat tentang bahayanya hirup lem aibon tersebut.”Tegas Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail MH

Kapolda juga mengingatkan agar di perbatasan-perbatasan agar juga diperketat pengawasanya guna mencegah masuknya obat-obat illegal berbahaya ke wilayah Gorontalo.

“Perketat pengawasan di perbatasan guna cegah masuknya obat-obat illegal tersebut ke Gorontalo, kita tahu bahwa di Gorontalo masih banyak sarana dan prasarana untuk mendeteksi peredaran obat tersebut masih minim, sebagai contoh di bandara jalaluddin, terhadap para pendatang/penumpang yang berasal dari luar yang datang ke Gorontalo tidak dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan, begitu juga di pelabuhan, tentu ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang punya niat menyelundupkan obat-obat illegal termasuk narkoba,”ujar Kapolda

Selain itu Kapolda juga mengatakan bahwa sampai saat ini kita belum memiliki laboratorium forensik sendiri, dan selama ini kita selalu mengirim BB untuk di uji di Labfor yang ada di Makasar, namun demikian informasi dari Kabareskrim bahwa sudah ada rekomendasi untuk pembangunan Labfor antara Gorontalo dan Manado (Sulut) sementara sedang dikaji untuk tempat yang strategis.”Imbuhnya

Selanjutnya Dir Res Narkoba pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa Polri sudah melakukan penindakan terhadap pabrik pembuatan pil PCC di Purwakarta.

“Terkait Pil PCC Polri dalam hal ini Bareskrim sudah melakukan penindakan terhadap pabrik pembuatan Pil PCC yang ada di Purwakarta, sedangkan untuk di Gorontalo sendiri pihaknya dan jajaran sudah melakukan langkah antisipasi bekerjasama dengan Balai Pom melaksanakan razia disejumlah apotik dan Toko Obat, namun sampai saat ini belum ditemukan adanya pil PCC di Gorontalo, namun kemarin Sat Narkoba Polres Gorontalo Kota menemukan obat-obat yang sudah kadaluwarsa/tidak layak konsumsi. Meski demikian sesuai dengan perintah Kapolda maka kita nanti bentuk tim satgas untuk cegah beredarnya obat-obat terlarang dan berbahaya di wilayah Gorontalo,”Kata Dir ResNarkoba Polda Gorontalo.

Dir Reskrimsus Polda Gorontalo Kombes Totok menambahkan bahwa dalam hal pembentukan satgas pihaknya sangat mendukung.

“Kami sangat mendukung dengan dibentuknya tim satgas, namun agar tidak terjadi tumpang tindih Reskrimsus dalam hal ini bertindak selaku koordinator Pengawas PPNS,sedangkan ujung tombaknya tetap dari Dit Resnarkoba dan Balai POM Gorontalo,”katanya.

Selanjutnya Kepala BPOM Gorontalo Bapak Sukriadi menyampaikan bahwa Balai POM punya kegiatan komunikasi informasi edukasi melalui kegiatan ini nantinya akan diberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang obat-obat illegal dan berbahaya.

“Kita punya kegiatan komunikasi informasi dan edukasi,yang mana kita akan berikan sosialisasi kepada masyarakat tentang obat-obat illegal dan berbahaya, selain itu kita juga ada program Waspada Nasional Obat Ilegal, dan nantinya anggota-anggota yang terlibat dalam tim satgas bisa digabungkan di kegiatan tersebut dan ada dukungan anggarannya,”ungkap Kepala BPOM Gorontalo.

Selanjutnya pada sesi diskusi, Wadir Res Narkoba AKBP Afrisal, SIK memberikan masukan bahwa meskipun di Gorontalo belum ada peredaran pil PCC namun patut diwaspadai dengan peredaran obat kadaluarsa.

“Meski di Gorontalo sampai saat ini belum ada informasi tentang peredaran Pil PCC namun kita patut waspada dengan obta-obat kadaluarsa, karena sesuai dengan pengalaman saya saat menjabat sebagai kasat Narkoba di Jakarta, banyak beredar pil Koplo yang terbuat dari obat-obat kadaluarsa, oleh karena itu agar pihak BPOM Gorontalo bisa memberikan referensi lokasi-lokasi yang dijadikan tempat penampungan/pembuangan obat-obat kadaluarsa,”Imbuh AKBP Afrisal, SIK

Selanjutnya dari Kapolres Gorontalo Akbp Purwanto, SIK dan Kapolres Bone Bolango Akbp Robin Lumbar Raja, SIK, M.Si juga memberikan masukan kepada pimpinan rapat terkhususnya kepada pihak Balai POM untuk bisa memberikan target yang tepat terkait obat-obat yang dilarang, sehingga memudahkan tim satgas saat bertindak di lapangan. Selain itu dari staf Bali Pom juga memberikan informasi bahwa di Pohuwato marak anak-anak muda mengkonsumsi komix yang dicampur dengan minuman keras.

“Di Pohuwato tepatnya dipinggir pantai sering ditemukan anak-anak muda mengkonsumsi komix yang dicampur dengan minuman keras, ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa memabukkan dan diharapkan ada pembatasan penjualan komix di warung-warung obat agar tidak mudah disalahgunakan.

Dalam arahan penutupnya Kapolda menegaskan kembali kepada seluruh peserta rapat yang intinya agar menyelamatkan masyarakat khususnya di wilayah Gorontalo dari peredaran obat-obat illegal yang berbahaya bagi kesehatan,Satgas agar secepatnya dibentuk dan langsung bertindak, dan laporkan hasilnya ke Mabes Polri.

Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK pada kesempatan lainnya menjelaskan bahwa Rapat Koordinasi dengan BPOM yang barusan digelar adalah bentuk respon jajaran Kepolisian Polda Gorontalo bersama dengan Balai POM terkait maraknya isu beredarnya obat illegal seperti Pil PCC yang menjadi trending topik di seluruh tanah air.

“Rapat Koordinasi yang tadi digelar itu sebagai bentuk respon terhadap maraknya pemberitaan tentang berdernya obat-obat illegal, sebelumnya jajaran Dit resnarkoba Polda hingga Polres sebenarnya sudah bertindak, baik secara preemtif maupun preventif, bahkan beberapa waktu lalu jajaran Resnarkoba Polres Gorontalo kota sudah melakukan razia di toko-toko obat guna antisiapsi beredarnya pil PCC di Gorontalo namun sampai saat ini belum ditemukan pil tersebut di Gorontalo dan hanya menemukan obat-obat yang sudah kadaluarsa,akan tetapi hal tersebut tetap diatensi,”ungkap Kabid Humas

“Hasil rapat tadi bahwa, mulai hari ini sampai tanggal 3 Oktober (9 hari) satgas yang dibentuk sudah akan bekerja, dan tadi telah dibentuk 5 satgas dengan penanggung jawab satgas adalah Dir Resnarkoba Kombes Pol Drs. Santosa Ginting, Penanggungjawab Ahli adalah Kepala BPOM Gorontalo Bapak Sukriadi Darma s.Si.Apt dan penanggungjawab Korwas PPNS adalah Dir Reskrimsus Kombes Pol Totok Suharyanto SIK M.Hum,”tutup Akbp Wahyu

Penulis         : Wahyu Tri Cahyono

Editor           : Alfian

Publish         : Firdha

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x