Mengenal AKP Dr. Iswan Brandes: Perwira Polda Gorontalo Pemilik 14 Gelar yang Terinspirasi Wasiat Sang Ayah
Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – – Nama AKP Dr. H. Iswan Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Publik dibuat kagum bukan hanya karena dedikasinya sebagai perwira aktif di Polda Gorontalo, melainkan juga karena deretan gelar akademis dan sertifikasi profesi yang menyertai namanya.
Dibalik kesuksesannya meraih gelar Doktor di usia 36 tahun, pria kelahiran 5 Mei 1984 ini menyimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Siapa sangka, perjalanan akademiknya justru diawali dengan kegagalan.
Sempat Putus Kuliah dan Cibiran Senior
Sebelum resmi menjadi anggota Polri, Iswan sempat mengenyam bangku kuliah S1 namun terpaksa berhenti di tengah jalan. Semangatnya kembali membara setelah menjadi polisi. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Agama Islam di IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2009.

Keputusannya mengambil jurusan pendidikan agama sempat menuai cibiran dari beberapa senior. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. “Saya bukan tipe yang gemar nongkrong atau touring. Waktu luang saya isi dengan kuliah,” ujar mantan komandan kompi Brimob ini.
Ambisi Akademik Sebelum Usia 40
Selama sepuluh tahun terakhir, Iswan nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang utuh. Saat rekan sejawatnya memanfaatkan akhir pekan untuk bersantai, ia justru bergelut dengan buku dan tesis. Ia bahkan sempat menempuh pendidikan S2 dan S3 secara paralel di universitas berbeda.
Motivasinya berakar dari pesan seorang profesor yang menyebut bahwa target studi sebaiknya tuntas sebelum usia 40 tahun agar sisa usia dapat difokuskan pada aspek rohani. Prinsip ini ia buktikan dengan menjadi Lulusan Terbaik Doktoral di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Wasiat Ayah dan Pengabdian Dua Dunia
Kegigihan Iswan tak lepas dari sosok ayahnya, seorang mualaf yang selalu menekankan pentingnya pendidikan tinggi. Sang ayah, yang dahulu terkendala ekonomi, berpesan agar anak-anaknya menjadi panutan dan menaikkan derajat keluarga melalui ilmu pengetahuan.
Meski fokus pada pendidikan, karier kepolisiannya tetap berjalan beriringan. Berkat regulasi percepatan kenaikan pangkat bagi pemegang gelar sarjana, kepangkatannya pun ikut terakselerasi. “Itu bukan tujuan utama, tapi rezeki dari Allah bagi orang yang mau belajar,” tuturnya.
Kini, selain bertugas sebagai polisi, Iswan aktif sebagai Dosen Tetap Pascasarjana di Universitas Gorontalo. Ia tengah mengejar jabatan akademik Lektor dan menargetkan gelar Guru Besar (Profesor) dalam empat tahun ke depan—sebuah pencapaian yang masih langka di kalangan perwira aktif Polri.
Bagi AKP Brandes, pendidikan bukan sekadar ajang pamer gelar, melainkan alat untuk melatih pola pikir logis dalam pengambilan keputusan, baik di organisasi kepolisian maupun di tengah masyarakat