Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

PASCA PILKADES POHUWATO, DITBINMAS POLDA TINGKATKAN PERAN FKPM MELALUI GIAT WORKSHOP

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Kamis, (11/08/22) Direktorat Binmas Polda Gorontalo melaksanakan Giat Workshop Pemberdayaan Kemitraan Bersama FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) di wilayah Kabupaten Pohuwato. Ketua Tim AKBP Tony C. Napitupulu, SE Selaku Narasumber dari Kepolisian menggandeng 2 Narasumber lainnya dari Pihak Kementerian Agama dan Dewan Adat.

Kegiatan Workshop yang mengangkat tema “Peningkatan Peran FKPM Dalam Penyelesaian Masalah (Problem Solving) Sebagai Wujud Pemolisian Masyarakat (Polmas)” Sengaja mengundang Pihak Agama dan Adat agar para anggota FKPM paham cara penyelesaian masalah dari sudut pandang Hukum, Agama, dan Adat Istiadat Gorontalo yang dikenal dengan istilah Adati Hulo-hulo’a Sara’a, Sara’a Hulo-hulo’a Kitabi, yang berarti Adat Bersendikan Sara, Sara Bersendikan Kitabullah.

AKBP Tony C. Napitupulu, SE yang ksesehariannya menjabat sebagai Kasubdit Bin Polmas Direktorat Binmas Polda Gorontalo ini menyampaikan arahan tentang Perpol 01 tahun 2021 tentang Polmas dimana mengatur FKPM  dan Problem Solving dengan cara musyawarah kekeluargaan dan kasus-kasus yang dapat diselesaikan di tingkat Desa tanpa harus membuat laporan ke Kantor Polisi. 

“Ini kan sudah ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, sama Ayahanda (Kepala Desa), undang 3 pilar ini dan sama-sama diselesaikan dengan kekeluargaan di Kantor Desa, mencari solusi” Ucap Kasubdit Kepada Peserta FKPM.

Lanjutnya, Sebagaimana diketahui kemarin baru saja dilangsungkan Pilkades se Kabupaten Pohuwato, dengan adanya Pilkades ini menjadi potensi masyarakat di Desa terpecah itu sangat rawan dan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas, oleh sebab itu peran FKPM disini ditonjolkan jika ada potensi masalah harus bisa dideteksi dari sekarang.

Tak jauh beda dari penyampaian Kasubdit Bin Polmas, kedua Narasumber yakni Bapak Bani Imran Kaluku dari Dewan Adat Gorontalo dan Bapak Abdullah Hasanuddin, S.Fil.I dari Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato menyampaikan kiat penyelesaian masalah dari sudut pandang Adat dan Agama.

Setelah menyampaikan materi, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diberikan waktu untuk berdiskusi dengan sesama anggota kelompok sebagai acuan permasalahan apa yang diangkat dalam diskusi dan disampaikan ke para pemateri. Setiap kelompok diwakili oleh ketua kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi berupa saran, kritik, acuan penyelesaian masalah, serta sanggahan atas materi yang disampaikan. Kemudian Narasumber secara bergantian menanggapi apa yang disampaikan sehingga tercipa forum diskusi dalam topik Penyelesaian Masalah dengan metode musyawarah mufakat. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib sampai dengan selesai.

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x