Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

Cegah Pelanggaran Personel, Propam Polda Gorontalo Berikan Pembinaan Etika Profesi Polri

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Untuk mengurangi berbagai bentuk pelanggaran disiplin baik kedinasan maupun non kedinasan yang dilakukan oleh personel Polri dan PNS di wilayah hukumnya, Propam Polda Gorontalo melalui Subbidpaminal dan Subbidwabrof melakukan pembinaan etika profesi dan mitigasi personel di Polres Gorontalo, Rabu (25/05). 

Pada kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasubbid Paminal AKBP. Andik Gunawan,S.I.K, Wakapolres Gorontalo KOMPOL Lutfi Amir, SH, Ps. Kasubbidwabprof Bidpropam Polda Gorontalo KOMPOL Vondy S. Mawitjere, S.H., M.H, Kaur Binplin Subbid provos Bid propam Polda Gorontalo AKP Yunus Daud, S.H dan turut diikuti oleh para perwira dan bintara Polres Gorontalo.

Kabid Propam Polda Gorontalo, Kombespol Ferdiansyah, SIK melalui KOMPOL Vondy mengatakan, mitigasi tersebut merupakan atensi dari pimpinan agar bagaimana Polda Gorontalo, dalam hal ini Bid Propam mencegah adanya pelanggaran personel. Pelanggaran yang dimaksud adalah tentang aturan-aturan bagi personel Polri yang mengikat, seperti pelanggaran, kode etik profesi, maupun pelanggaran lain yang dapat mencoreng nama institusi atau kesatuan.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk meminimalkan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota di jajaran Polda Gorontalo,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan, pemeriksaan juga pemeriksaan sarana dan prasarana penunjang tugas kepolisian, administrasi dan SOP pelayanan Publik, rumah tahanan dan juga sikap tampang atau personel kinerja.

“Selain itu juga kita memastikan bahwa personel yang profesional dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu AKBP. Andik Gunawan juga mengingatkan kepada personel untuk tidak melakukan pelanggaran dan menggunakan kewenangan yang dapat merugikan institusi Polri.

“Jika ada personel yang melakukan pelanggaran etika dan profesi, akan kami tindak tegas, dan sanski terberat adalah pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH,” jelasnya.

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x