Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

KAPOLDA GORONTALO INGATKAN PERSONELNYA AGAR DISIPLIN DALAM BERTUGAS DAN MENJADI TAULADAN BAGI MASYARAKAT.

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Menjadi seorang bhayangkara Polri adalah tugas yang mulia dan sebagai anggota Polri haruslah bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat, itulah penekanan Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr.Akhmad Wiyagus, SIK.,M.Si.,M.M di Lapangan Mapolda Gorontalo saat menjadi Inspektur Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat ( PTDH) terhadap 3(tiga) personel anggota Polri Polda Gorontalo yang terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri berupa meninggalkan tugas secara tidak sah (mangkir) selama lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut. Rabu (19/1/2022).

“Kita harus menyelamatkan anggota Polri yang melakukan perilaku terpuji karena dirinya menyadari bahwa menjadi seorang bhayangkara ini adalah tugas yang mulia, ingat motto Polda Gorontalo Moodelo Ayuwa senantiasa memberikan tauladan dalam pelaksanaan tugas, tauladan kepada diri sendiri, tauladan kepada masyarakat, itu yang harus dicamkan oleh kita bersama,”kata Kapolda.

Sebelumnya Kapolda Wiyagus katakan bahwa berapapun anggota Polri yang merusak institusi maka akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saat ini kita melaksanakan upacara pemberhentian tidak dengan hormat kepada para personel yang dianggap sudah tidak layak menjadi anggota Bhayangkara Polri. Hasil Survey menyatakan bahwa Institusi Kepolisian meraih peringkat tiga besar sebagai institusi yang dipercaya oleh masyarakat, Bahkan bapak presiden memberikan apresiasi kepada Polri karena turut berperan aktif dalam pencegahan penyebaran Covid19 dan akselerasi vaksinasi, tentunya ini sangat membanggakan tetapi kebanggaan tersebut tercoreng oleh ulah segelintir oknum anggota Polri yang melakukan tindakan-tindakan indisipliner, melanggar kode etik bahkan tindak pidana oleh karena itu bagi siapapun yang merusak institusi maka kita akan tindak secara tegas, ”Jelasnya.

Kapolda Wiyagus berharap bahwa upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat yang dilaksanakan hari ini merupakan upacara yang terakhir, dan menjadi pembelajaran bagi personel lainnya agar meningkatkan disiplin dan melaksanakan Tupoksinya secara baik dalam memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini contoh pembelajaran bagi kita,mari kita renungkan bersama, saya minta ini yang terakhir, tidak ada lagi anggota Polri di Polda Gorontalo yang diupacarakan seperti ini, saya lebih baik banyak melaksanakan upacara memberikan reward kepada anggota yang berprestasi tetapi kalau memang ini harus saya lakukan maka saya akan lakukan, walaupun setiap hari, ini semua karena kecintaan kepada institusi kepolisian kepada institusi Polda Gorontalo pada khususnya. Saya hanya ingin membedakan mana Polisi yang benar dan Polisi yang tidak benar,”Tegas Alumnus Akpol 1989 tersebut.

Sementara itu Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono,SIK dalam keterangannya mengatakan bahwa tiga personel Polri yang di PTDH antara lain Brigadir Sumarlin Maksud, Briptu Ratno Saputra dan Bripka Aryanto K Yusuf.


“Dua orang in absentia, sehingga hanya Bripka Ariyanto K Yusuf yang hadir mengikuti upacara PTDH, ketiganya telah mendapatkan putusan PTDH berdasarkan Keputusan Kapolda Gorontalo Nomor : Kep/319/XII/2021 tanggal 27 Desember 2021, Kep /320/XII/2021 tanggal 27 Desember 2021 dan Kep/14/I/2022, dengan demikian sudah jelas status ketiga personel tersebut sudah bukan lagi anggota Polri melainkan masyarakat biasa,”terang Wahyu.

Penulis : WTC

Editor : Jenry

Publish : Yd1n

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x