Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

Razia Masker Dengan Denda 250.000 Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan, Kabid Humas Polda Gorontalo : Itu Adalah Hoax

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Terkait viralnya informasi yang beredar di Media Sosial Whatsapp dari Dit Lantas Polda tentang pelaksanaan Razia Masker yang akan dilaksanakan besok secara serentak di seluruh Indonesia dan melibatkan semua sektor serta melakukan penindakan berupa denda 250.000 ditempat bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK mengungkapkan bahwa informasi tersebut adalah HOAX.

Wahyu menjelaskan, pada bulan lalu memang pernah berlangsung operasi lalu lintas Operasi Patuh Otanaha, namun kegiatan tersebut sudah berakhir, dan saat ini memang sering kali personel Polri bersama TNI dan Satpol PP melalui Operasi Aman Nusa dan Operasi Yustisi melaksanakan razia protokol kesehatan kepada masyarakat. Dimana hal ini bertujuan juga untuk mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Tujuan Perda ini agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jika itu tidak dilaksanakan, maka akan ada sanksi yang sudah diatur dalam Perda ini,” kata Wahyu.

Wahyu juga menyebutkan, terkait penerapan sanksi diatur dalam Bab VIII pasal 18 dan pasal 19. Pasal 18 mengatur sanksi terhadap perorangan yang melanggar kewajiban dengan dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, dan denda administratif sebesar Rp150 ribu. Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, dan penanggung jawab kegiatan yang tidak melaksanakan kewajiban penerapan protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif sebesar Rp500 ribu, pembubaran kegiatan, penghentian sementara kegiatan, pembekuan sementara izin, dan/atau pencabutan izin.

“Jadi untuk sanksi berupa denda 250.000 kepada pelanggar protokol kesehatan yang beredar melalui Whatsapp itu adalah Hoax dan masyarakat diharapkan untuk tidak lagi menyebarluaskan informasi tersebut,” tegas Wahyu.

Penulis : Fandi

Editor : Heri

Publish : Fandi

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x