Polda Gorontalo

TribrataNews – Portal Berita Resmi Polda Gorontalo

Polda Gorontalo Gelar Press Release 3 Kasus Narkoba

Tribratanews.gorontalo.polri.go.id – Polda Gorontalo, Rabu 31 Juli 2019, Polda Gorontalo dalam hal ini Direktorat reserse narkoba merilis 3 kasus narkoba yang berhasil diungkap selama bulan Juni hingga Juli tepatnya tanggal 27 juni 28 Juni dan tanggal 19 Juli 2019.

Press Release ini dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK didampingi Ps Kasubdit Penmas AKP Karsum Ahmad, SH dan Iptu Adam.

Kabid humas Polda Gorontalo mengawali press release ini, menyampaikan kepada para awak media bahwa untuk pengungkapan pertama yakni pada tanggal 27 juni 2019 sekitar pukul 12.00 Wita, tim ditresnarkoba Polda Gorontalo berhasil mengamankan 1 buah paket kiriman yang di dalamnya berisi 87 sachet plastik berisi butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu dari kantor salah satu ekspedisi pengiriman barang di jalan Tondano Kelurahan Tapa Kecamatan sipatana Kota Gorontalo.

Kronologisnya yakni pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2019 kantor ekspedisi pengiriman barang di jalan Tondano ini menerima sebuah paket kiriman dari kantor ekspedisi pusat Samarinda Kalimantan Timur dengan nama pengirim Aditya shope online, Jalan Sulawesi nomor 46, dengan deskripsi barang adalah baju dan dialamatkan ke sdr FG, pos security PLTU TJ karang Tomilito Gorontalo Utara beserta nomor HP penerima, yang kemudian pada tanggal 24 oleh pihak ekspedisi meneruskan paket tersebut ke kantor cabang terdekat dengan alamat tujuan yakni di kantor cabang gentuma Gorontalo Utara. saat pihak ekspedisi menghubungi nomor HP yang tertera di paket, namun nomor tersebut tidak aktif. selanjutnya oleh petugas ekspedisi mendatangi kelompok tujuan yakni di pos security PLTU dan menanyakan keberadaan FG, dan ternyata di kantor tersebut tidak ada pegawai dengan nama FG. sebagaimana SOP di ekspedisi tersebut apabila paket tidak diambil dalam waktu 3 hari, maka pakettersebut akan dikembalikan di kantor ekspedisi cabang Kota Gorontalo dan karena sudah melebihi batas waktu sesuai SOP, maka Kamis 27 Juni 2019 paket tersebut dikembalikan ke kantor cabang Kota Gorontalo, karena penerima paket tidak ditemukan dan nomor HP tidak aktif oleh pihak Ekspedisi merasa curiga, kemudian membuka paket tersebut dan ternyata berisi 1 potong kaos berwarna putih yang tergulung yang dari gulungan tersebut ditemukan 87 sachet plastik berisi butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu yang kemudian diamankan oleh ditresnarkoba Polda Gorontalo.

Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan guna diketahui pemilik barang tersebut. Hasil dari uji BPOM Gorontalo, paket tersebut positif narkotika Golongan 1 jenis methamfetamine (Shabu)
dengan berat 27,1579 gram.

Ungkapan yang kedua terjadi pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2018 sekitar pukul 15.40 Wita Tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro Kelurahan Limba B Kota Gorontalo dimana tim dari Direktorat reserse narkoba Polda Gorontalo berhasil melakukan tangkap tangan terhadap FH dan JIP yang daripadanya ditemukan satu sachet plastik berisi butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu.

Kronologis bermula pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2019, tim opsnal ditresnarkoba yang dipimpin oleh Ipda Renly Turangan selaku Panit Opsnal yang merupakan lulusan setukpa Polri angkatan 47 bersama 5 anggotnya mendapat informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkotika jenis sabu di Jalan Arif Rahman Hakim Kelurahan Limba B Kecamatan Kota Selatan. dari informasi tersebut tim segera bergerak melaksanakan penyelidikan dengan mendatangi lokasi dimaksud. saat di lokasi tim mencurigai seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan seorang perempuan yang kemudian di Buntuti. Saat sampai di depan salah satu butik di Jalan Arif Rahman Hakim terlihat pengendara berhenti dan mengambil sesuatu di pot bunga yang terletak dekat dengan butik tersebut. kemudian keduanya kembali bergerak ke arah jalan Pangeran Diponegoro yang kemudian dihentikan oleh tim opsnal dan saat dilaksanakan pemeriksaan ditemukan satu sachet plastik berisi butiran kristal diduga sabu dan diakui oleh keduanya diambil dari depan bukti di Jalan Arif Rahman Hakim.

Dari hasil interogasi kepada keduanya bahwa barang tersebut diperoleh dengan cara membeli dari saudara YS yang saat ini menjadi warga binaan Lapas kelas IIA Tuminting Manado Sulawesi Utara melalui komunikasi lewat chat WhatsApp, dimana Sdr J menanyakan kepada sdr YS apakah ada sabu, jika barang tersebut ready maka sdr J akan transfer uang ke nomor rekening yang diberikan YS, selanjutnya YS akan mengirimkan lokasi penjemputan barang.

Hasil pemeriksaan urine terhadap kedua tersangka adalah positif methamfetamine, dan hasil uji BPOM atas barang bukti tersebut positif narkoba gol 1 jenis methamfetamine dengan berat 351,62 gram.

Pengungkapan ketiga hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 pukul 01.00 Wita, tim opsnal satresnarkoba telah melakukan tangkap tangan terhadap Sdr RW atas kepemilikan 2 sachet plastik yang berisi butiran kristal diduga narkotika jenis shabu.

Kronologis berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis shabu di jalan HB Yasin Kelurahan tomulobutao Selatan, selanjutnya oleh tim opsnal Dit resnarkoba Polda Gorontalo dilakukan penyelidikan, tepatnya di depan SPBU Jalan HB Yasin, tim Opsnal mencurigai seorang laki-laki bernama RW dan saat dilakukan pemeriksaan, dari padanya ditemukan 1 (satu) sachet plastik butiran kristal bening diduga narkotika jenis shabu, setelah diinterogasi, si RW mengaku masih menyimpan barang serupa di rumahnya di Jalan Durian Kelurahan tomulobutao Selatan, Selanjutnya tim opsnal bersama RW menuju ke rumah Jalan Durian dan didapatinya saudara NIK dan MPH yang berdasarkan pengakuan RW sama-sama mengkonsumsi narkotika jenis shabu, saat dilakukan pemeriksaan di kamar RW ditemukan kembali 1(satu) sachet plastik butiran Kristal bening di duga shabu.

Dari hasil introgasi terhadap RW, barang narkotika jenis shabu tersebut awalnya berbentuk 1(satu) sachet kemudian dipecah menjadi 2, dia beli dari Sdr. Z yang saat ini merupakan warga binaan lapas Boalemomelalui komunikasi chat whatsapp lagi. Dimana setelah RW mentransfer sejumlah uang yang diminta maka oleh Z mengirimkan lokasi penjemputan yakni di kompleks salah satu madrasah di Kota Gorontalo, setelah itu RW memerintahkan temannya NIK dan MPH untuk menjemputnya, yang kemudian diserahkan kepada RW, selanjutnya oleh RW diambil sebagian untuk dikonsumsi bersama-sama (bertiga) dan sisanya oleh RW dibagi 2 yang satu disimpan dalam tumpukan tissu kertas di dalam kamar RW dan sisanya dibawa keluar oleh RW.

“Selanjutnya ketiga tersangka diamankan oleh Tim Opsnal guna Proses lebih lanjut,” Tambahnya.

“Dari hasil pemeriksaan urine terhadap ketiganya, hasilnya positif mengandung methamfetamine, hasil uji BPOM Gorontalo terhadap barang tersebut positif narkotika Golongan 1 jenis methamfetamine (shabu) dengan berat 0,17917 gram,” Jelas Kabid Humas.

Penulis   : Fandi

Editor      : Irda

Publish    : Fandi

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x